Senin, 05 Oktober 2009

Peran Lebih STKIP

POSISI STKIP YPM BANGKO SEBAGAI AGEN PERUBAHA PENDIDIKAN IKLIM PENDIDIKAN DI MERANGIN STUDI KASUS MASYARAKAT KUNGKAI

BAB I
PENDAHULUAN

Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan jenjang terakhir dari hirarki pendidikan formal mempunyai tiga missi yang diemban yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau lebih dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tiga missi yang diembankannya tersebut bukanlah missi yang ringan untuk direalisasikan. Missi pendidikan di Perguruan Tinggi merupakan proses berlangsungnya pewarisan ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya, agar dengan demikian proses alih generasi juga diikuti dengan proses alih ilmu pengetahuan dalam arti luas. Kemudian untuk menghindari stagnasi ilmu pengetahuan yang berorientasi pada tuntutan zaman, maka dalam proses berlangsungnya pewarisan ilmu pengetahuan membutuhkan pengembangan konsep atau teori ke arah konsep atau teori yang lebih baik. Usaha pengembangan teori atau konsep dilaksanakan secara sistematis dan melalui prosedur ilmiah, kegiatan ini disebut penelitian.
Usaha pewarisan dan pengembangan ilmu pengetahuan oleh perguruan tinggi harus senantiasa memiliki pijakan dan relevansi dengan kondisi masyarakat. Usaha memformulasikan peran Perguruan Tinggi dalam dinamika masyarakat inilah yang lebih dikenal dengan nama pengabdian masyarakat.
Berdasarkan missi yang diembannya maka dapat dikatakan bahwa Perguruan Tinggi mempunyai dua peran, yaitu sebagai lembaga kajian dan sebagai lembaga layanan. Sebagai lembaga kajian maka Perguruan Tinggi mengembangkan ilmu sebagai proses, sedangkan perannya sebagai lembaga layanan menghasilkan ilmu sebagai produk.
Dalam posisi sebagai lembaga kajian dan lembaga layanan maka Perguruan Tinggi berfungsi sebagai konseptor, dinamisator dan evaluator pembangunan masyarakat baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Fungsi konseptor terwujud melalui produk ilmiah yang dihasilkannya. Melalui serangkaian tindakan imiah yang dilaksanakan, Perguruan Tinggi hendaknya mampu memprediksi kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan, tetapi pada saat itu juga memiliki kemampuan menyusun suatu teori atau konsep yang dibutuhkan pada masa kini.
Fungsi dinamisator secara langsung terlihat pada lulusan Perguruan Tinggi yang terdiri dari tenaga ahli yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berperan di dalam masyarakatnya. Sehingga tenaga-tenaga ahli tersebut dapat berperan sebagai dinamisator dalam laju pembangunan masyarakat. Banyaknya tenaga ahli lulusan Perguruan Tinggi yang terlibat dalam gerak pembangunan dimungkinkan timbulnya pemikiran-pemikiran baru, langkah-langkah inovatif yang konsepsional dan lahirnya aspirasi-aspirasi baru.
Selanjutnya fungsi evaluator dilakukan bersama-sama oleh segenap warga sivitas akademika di dalam Perguruan Tinggi, melalui penelitian terhadap berbagai dampak pembangunan. Dengan pengertian yang lebih luas maka Perguruan Tinggi hendaknya mampu bertindak sebagai pelopor pembaharuan dan modernisasi. Kemudian bersamaan dengan itu Perguruan Tinggi mampu pula bertindak sebagai agen perubahan sosial sekaligus sebagai pengawas sosial, sehingga dapat memberi warna terhadap arah laju perkembangan dan pembangunan masyarakat.
Di antara berbagai masalah pendidikan nasional yang sampai saat ini terus menjadi perhatian ISPI adalah perlunya Pemerintah, dalam hal ini Depdiknas, bersama seluruh komponen bangsa untuk secara terus menerus melakukan berbagai upaya yang bersifat strategis, antara lain sebagai berikut.
1. Upaya-upaya konseptual-filosofis untuk mengelaborasi lebih jauh prinsip-prinsip pendidikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 4 UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, yakni; pembangunan watak dan peradaban bangsa; paradigma pendidikan yang mencerdaskan bangsa; paradigma pendidikan yang demokratis dan berkeadilan; paradigma pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan; paradigma pendidikan sistemik yang terbuka dan multimakna; paradigma pendidikan yang memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas; paradigma pendidikan yang mengembangkan budaya dan paradigma pendidikan dengan memberdayakan masyarakat.
2. Kegiatan-kegiatan: penelitian keilmuan pendidikan; penelitian pendidikan disiplin ilmu; penelitian kebijakan pendidikan; penelitian pendidikan untuk pembangunan nasional dan /atau daerah; penelitian pendidikan berbasis jaringan; penelitian dan pengembangan melalui sekolah-sekolah percobaan (seperti lab school); penelitian pendidikan keagamaan; monitoring serta evaluasi proyek-proyek pendidikan; dan kemitraan penelitian dengan luar negeri;
3. Kemauan politik yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan pendidikan untuk pengekalan persatuan dan kesatuan bangsa; pendidikan dalam rangka alih generasi; masalah gender dalam pendidikan; partisipasi politik pendidik dan tenaga kependidikan lainnya; peran asosiasi profesi kependidikan; dan pendidikan nasional dalam rangka peningkatan daya saing bangsa dalam konteks globalisasi yang memungkinkan dibangunnya masyarakat Indonesia yang berbasis pengetahuan dan teknologi (knowledge-based society).
4. Pengembangan strategi dan skenario yang sistematik dan sistemik untuk mewujudkan standar nasional pendidikan (standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan); melakukan penjaminan penjaminan mutu pendidikan nasional; mengembangkan profil badan standardisasi penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan; dan mengembangkan konsep standar pendidikan yang dinamis; serta meningkatkan fungsi dan peran lembaga penjaminan mutu pendidikan daerah.
5. Upaya untuk mengelaborasi lebih jauh konsep dan operasionalisasi diversifikasi kurikulum; pengembangan silabus pada tingkat kabupaten/kota; fungsi dan peran Pusat Kurikulum dalam advokasi pengembangan kurikulum di daerah; pengembangan jaringan kurikulum antar daerah; penjaminan mutu bahan ajar; fungsi dan peran Pusat Perbukuan Nasional. Di samping itu, perlu dielaborasi pembelajaran berbasis nilai dan kompetensi; pembelajaran berbasis jaringan; konsep pembelajaran demokratis; pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus; paradigma operasional learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together. Upaya lain yang perlu dilakukan adalah elaborasi kurikulum substansi nasional wajib: pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan dan bahasa; kurikulum sekolah internasional di Indonesia; dan fungsi lembaga penjaminan mutu pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan.
6. Upaya untuk mengelaborasi lebih jauh adalah operasionalisasi konsep penilaian berbasis nilai dan kompetensi; penilaian berbasis portofolio; penilaian berbasis sekolah; konsep dan strategi ujian sekolah; ujian nasional; uji kompetensi; ujian on-line; ujian kesetaraan; akreditasi sekolah/perguruan tinggi; dan peran pendidik dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
7. Kemauan dan kebijakan politik yang lebih nyata dari Pemerintah untuk meningkatkan profesionalisasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya; paradigma pendidikan prajabatan dan pendidikan dalam jabatan untuk pendidik dan tenaga kependidikan lainnya; kedudukan dan fungsi lembaga pendidikan tenaga kependidikan; konsep dan strategi penempatan, pembinaan, dan rotasi tenaga pendidik lintas daerah dalam konteks nasional; fungsi dan peran lembaga penjaminan mutu pendidikan daerah dalam pembinaan dan peningkatan kemampuan profesional guru secara berkelanjutan.
8. Kebijakan nasional yang sinergis untuk mendudukkan fungsi dan peran pendidikan kedinasan dalam kontek pendidikan nasional; kelembagaan pendidikan kedinasan; program pendidikan kedinasan; ketenagaan pendidik dan tenaga kependidikan lain pada pendidikan kedinasan; kemitraan pendidikan kedinasan dengan pendidikan umum dan prospek pendidikan kedinasan dalam kontek nasional dan global
9. Perangkat Peraturan Pemerintah yang lebih aspiratif; kerangka yang koheren mengenai: desentralisasi pendidikan dalam rangka negara kesatuan RI; kedudukan dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional; perencanaan pendidikan nasional dan daerah; pengangkatan, penempatan, pembinaan, dan pemindahan guru; pengembangan sekolah kejuruan; pengembangan sekolah unggulan/bertarap internasional di daerah; peran serta masyarakat melalui Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan Daerah; manajemen penjaminan mutu pendidikan nasional; kerjasama luar negeri dan kerjasama antar daerah; dan internasionalisasi/globalisasi pendidikan.
10. Konsep dan strategi pendanaan pendidikan yang mampu menopang upaya pemerataan pendidikan yang bermutu, perbaikan sarana dan prasara pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga kependidikan,untuk menopang upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan sehingga realisasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD terjamin efisiensi dan akuntabilitasnya.; dan
11. Kajian yang komprehensif dan mendalam tentang kebijakan pemisahan pengelolaan kebudayaan dengan pendidikan nasional khususnya bila dikaitkan dengan prinsip pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagaimana yang dimaktub dalam Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Berkaitann dengan kenyataan di atas maka perlu kiranya fungsi STKIP Bangko sebagai agen perubahan dalam masyarakat diteliti efektifitasnya. Dengan mengetahui hal tersebut dapat dilakukan evaluasi yang dianggap perlu untuk peningkatan peran STKIP direngah masyarakat pada masa yang akan dating.

II. Perumusan Masalah
Penelitian ini menitik beratkan kepada pandangan masyarakat terhadap institusi STKIP berkaitan dengan kemampuannya mengemban tugas sebagai agen of change dalam bidang pendidikan didaerah Merangin sebagai studi kasus adalah seratus orang warga masyarakat Kungkai dengan berragam latar belakang pendidikan dan pekerjaan.
Profil STKIP YPM Bangko
Alamat:
Jl. Jenderal Sudirman Km 2 , Bangko 7314, Jambi
Telepon: 0746322655, Fax: 0746322655, Website: , Email: stkip_ypm@yahoo.co.id
Tahun Berdiri:
1980-10-10
Bidang Ilmu yang Dikelola:
Program Studi Jenjang Ijin Operasi
Dikti Berlaku s/d Akreditasi
BAN-PT Berlaku s/d
Pendidikan Matematika S1 03/D/T/2008 2010-01-02
Pendidikan Luar Sekolah S1 3523/D/T/2004 2008-09-01
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia S1 3522/D/T/2004 2008-09-01
Pendidikan Bahasa Inggris S1 03/D/T/2008 2010-01-02
Pendidikan Matematika D-III 1293/D/T/2007 2010-06-07
Pendidikan Ekonomi D-III 2089/D/T/2006 2009-09-10
Pendidikan Bahasa Inggris D-III 580/D/T/2007 2010-03-20
SUMBER DATA: Ditjen Dikti - Depdiknas dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)


Dosen dan Mahasiswa:
Jumlah Mahasiswa : 1214 orang
Jumlah Dosen : 47 orang

Kapasitas tampung
Sebagai mana ditulis oleh Jambi Independen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bangko terpaksa membatasi mahasiswa baru yang ingin kuliah di perguruan tinggi swasta tertua di Merangin itu. Pada tahun akademik 2009/2010 ini STKIP Bangko hanya akan menerima sekitar 100 mahasiswa baru. Penyebabnya, hanya karena minim fasilitas dan terbatasnya ruang kuliah.
Padahal perkembangan STKIP Bangko beberapa tahun belakangan cukup membanggakan. STKIP Bangko masuk 12 besar PTS terbaik di Kopertis Wilayah X Padang atau rangking 2 dari 32 PTS di Provinsi Jambi.
Ketua STKIP Yayasan Pendidikan Merangin, Tom Olfia S Pd, di hadapan sejumlah wartawan di ruang kerjanya siang kemarin menyebutkan, pembatasan jumlah mahasiswa baru itu tersebab ruang kuliah yang tak lagi memadai.
“Kini STKIP memiliki 21 ruang kuliah yakni di Kampus Pusat, Jalan Sudirman dan Kampus Talangkawo. Karena tak memadainya jumlah ruang kuliah hanya menerima sekitar 100 mahasiswa baru
artinya jumlah tersebut hanya sekitar 30 persen dari jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun akdemik 2008/2009 ini mencapai 350 orang. Dari hampir 1.000 calon mahasiswa yang melamar perguruan tinggi swasta tertua di Merangin itu.
STKIP memiliki 2.200 mahasiswa dengan lima program studi (prodi). Didukung 46 Dosen tetap, 25 Dosen. Dari jumlah yang ada enam Dosen di antaranya adalah Dosen Negeri dari Kopertis Wilayah X Padang serta 20 karyawan. Kini terdapat 2 Dosen S2 dan dua orang dosennya kini juga tengah mengkuti pendidikan S3 di Pulau Jawa.
Sedang fasilitas, kini STKIP baru memiliki labor micro teaching, labar bahasa dan labor matematika. Di samping itu, selama ini STKIP pernah mendapatkan sejumlah bea siswa bantuan. Namun jumlahnya belum memadai untuk pembangunan kampus yang lebih reprsentatif.


2.2. Peran STKIP sebagao Agen Perubahan Dunia Pendidikan Masyarakat Merangin.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang bergerak dibidang pendidikan didaerah Merangin STKIP sejak Berdiri 10 Oktober 1980telah banyak meluluskan Sarjana Pendidikan yang saat ini telah aktif mengajar disekolah-sekolah didaerah Merangin. Walaupun demikian hal ini belumlah dapat dijadikan satu-satunya alasan bahwa STKIP berhasil sebagai agen perubahan dalam proses pendidikan di Merangin. Untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat terhadap keberhasilan STKIP membangun dirinya dan memberi manfaat bagi masyarakatnya perlu diadakan survey khusus yang membuktikan bagaimana masyarakat menilai STKIP. Untuk itulah dilakukan survey di daerah Kungkai yang berada tidak Jauh dari bangko. Tempat tersebut termasuk daerah yang belum begitu terpengaruh dengan pola hidup kota Bangko namun dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Bangko diharapkan mampu menjadi salah satu sample daerah yang langsung merasakan keberadaan Institusi STKIP terhadap perubahan kondisi daerah-daerah di Merangin berkat kontribusi dan keberadaan STKIP YPM Bangko sebagai agen perubahan dibidang pendidikan. Penelitioan ini dilaksanakan dengan melakukan voting terhadap warga daerah Kungkai yang dilaksanakan dengan pengisian angket. Angket dibawa kerumah-rumah warga. Disela-sela pengisian angket juga dilakukan tanyajawab seputar pendapat responden terhadap peran STKIP YPM Bangko untuk perubahan kondisi dunia pendidikan di daerah Merangin.
Dari hasil angket dan pertanyaan maka diperoleh data sebagai berikut:
Pendidikan Responden Pekerjaan Responden Setuju Kontribusi Positif Tidak Setuju Kontribusi Positif Tidak Tahu Jumlah
SD Tani 40 6 1 47Orang
SLTP tani 10 8 18 Orang
SLTA tani 20 - - 20 )rang
D-2 Sederajat Honorer 6 - - 6 Orang
D-3 Sederajat PNS 4 - - 4 )rang
S-1 PNS 2 - - 2 0rang
jumlah





Data di atas didasarkan kepada beberapa pertanyaan berikut:
Pertanyaan Pilihan ya Pilihan Jawaban tidak Tidak tahu jumlah Indikasi
Anda mengetahui Institusi STKP? 89 11 - 100 positif
Anda tahu tugas STKIP sebagai Agen Perubahan dunia pendidikan? 45 55 - 100 positif
Apakah Fungsi di atas sudah terpenuhi menurut anda 45 40 15 100 negatif
Apakah lulusan STKIP memiliki peran dalam dunia pendidikan disekitar anda? 100 - - - positif
Perlukah STKIP membenahi pola penerapan TRI Dharma Perguruan Tinggi? 4 - 96 - negatif
Besarkah harapan anda untuk perkembangan positif STKIP kedepan? 93 6 1 - positif
Indikasi Umum Positif

Dari pendapat di atas jelas sekali bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap perkembangan positif STKIP Bangko kedepan. Dari diskusi dan wawancara saat angket diisi juga dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat mengharapkan pada masa yang akan dating STKIP mampu berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar dalam perkembangan pendidikan di masyarakat. Ini tentunya memang sejalan dengan salah satu tugas STKIP Bangko yakni pengabdian masyarakat yang termaktup dalam Tri Dharnma Perguruan tinggi.
Sebagai satu-satunya perguruan Tinggi keguruan didaerah merangin peran STKIP sudah tidak diragukan lagi dalam pembinaan dan pengkaderan pendidik di daerah merangin. Lulusan STKIP sudah banyak sekali yang mengajar di sekolah-sekolah sebagai tenaga sukarela, honor daerah bahkan PNS.
Selain hal di atas program pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen juga diarahkan kepada pemberdayaan pendidikan didaerah Merangin, prpgram Kukerta yang setiap tahun diaksanakan mahasiswa merupakan salah satu andil lain untuk pemveberdayaan pendidikan di Merangin. Berdasarkan penelitian yang telah dilakuan dengan mengambil sample seratus orang maka masyarakat kungkai menilai kecakapan lulusan STKIP adalah sebagai berikut:

Pendapat masayrakat terhadap lulusan STKIP berdasarkan Pendidikan Responden Pekerjaan Responden Tmatan STKIP Berperan dalam pendidikan Masyarakat Tamatan STKIP tidak berarti di Msayarakat Tidak Tahu Jumlah
SD Tani 6 1 47Orang
SLTP tani 10 8 18 Orang
SLTA tani 20 - - 20 Orang
D-2 Sederajat Honorer 6 - - 6 Orang
D-3 Sederajat PNS 4 - - 4 rang
S-1 PNS 2 - - 2 0rang
jumlah

Dari seratus orang yang dijadikan sample penelitian pendapat mereka tentang kegiatan akademis mahasiswa STKIP dalam lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

Pendapat masayrakat kegiatan mengenai kegiatan Mahasiswa di Merangin. Pekerjaan Responden beemanfaat tidak bermanfaat Tidak Tahu Jumlah
SD Tani 47 1 47Orang
SLTP tani 18 - 18 Orang
SLTA tani 20 - - 20 rang
D-2 Sederajat Honorer 6 - - 6 Orang
D-3 Sederajat PNS 4 - - 4 rang
S-1 PNS 2 - - 2 0rang
jumlah

Demikianlah hasil penelitian tentang animo masyarakat terhadap keberadaan STKIP. Dari keseluruhan fakta yang telah didapat dapat disimpulkan bahwa keberadaan STKIP menda[pat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat. Walaupun demikian tentunya seiring perkembangan ilmu pengetahuan maka sudah selayaknya STKIP terus berbenah untuk memperbaiki diri pada masa-masa yang akan dating.

Demikianlah hasil penelitian tentang pendapat masyarakat mengenai peran STKIP YPM Bangko sebagai agen of Change Pendidikan di daerah Merangin. Secara umum dapat disimpulkan bahwa masyarakat luas telah mengakui keberadaan STKIP Bangko telah mampu memberikan kontribusi positif bagi masyrakat Merangin, walalupun masih ada kekurangan disdana-sini namun bukanlah hal yang signifikan karena kontribusi positif yang sangat besar telah diberikan oleh STKIP semenjak berdirinya pada tahun 1980 hingga sekarang.
Keberhasilan STKIP YPM Bangko ini tak terlepas dari usaha STKIP Bangko dalam memberikan pengabdian dalam dunia kependidikan semenjak berdirinya hingga sekarang. Berkaca dari keberhasilan ini sudah selayaknya STYKIP terus berusaha meningkatkan kulitas dab posisibnya sebagai perguruabn tinggi yang professional di masa yang akan dating dan tidak mustahil diproyeksikan menjadi Universitas.
B. Saran
Pada akhirnya pen ulis berharap semoga saja laporan ini bermanfaat bagi kita semua, penulis menerima segala saran dan perbaikan bila dalam penulisan laporan dan penelitian uini masih kekurangan. Untuk masa yang akan dating marilah kita terus giat mengabdi bagi dunia pendidikan didaerah Merangin melalui fungsi dan peran masding-masing yang kita miliki. Akhirnya semoga usaha kecil ini berarti bagi perkembangamn dunia pendiduikan didaerah Merangin umumnya dab STKIP

KEPUSTAKAAN
A.Mukty Nasruddun ” Jambi Dalam Sejarah Nusantara, 1989

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Jambi Provinsi Jambi, 1986

Junaidi T.Noor, Khasanah Budaya Kelautan Provinsi Jambi, belum diterbitkan

Lembaga Adat Provinsi Jambi, pokok-poko Adat Pucuk Jambi Sembilan Lurah, Jilid II Hukum Adat Jambi, 2001

Oemar Ngebi Sutho Dilago Priyayi Rajo Sari. Undang-undang Piagam Pencacahhan dan Kisah Negeri Jambi, 1937

Tidak ada komentar:

Posting Komentar